Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Acara peringatan syuhada Kepolisian Provinsi Qom yang gugur dalam perang 12 hari digelar pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Aula Imam Khomeini Haram Sayidah Maksumah, dengan dihadiri sejumlah ulama dan pejabat setempat.
Hujjatul Islam wal Muslimin Hadi Elyasi dalam ceramahnya menyinggung berdekatan waktunya acara tersebut dengan datangnya bulan Muharram. Ia mengatakan bahwa kesamaan mendasar antara para syuhada masa kini dan para syuhada Karbala adalah sikap teguh dalam menghadapi kezaliman dan melawan para pelaku kezaliman.
Menurutnya, para syuhada kepolisian berjuang demi menjaga keamanan sosial dan keselamatan masyarakat, sebagaimana Imam Husain as berjuang untuk menjaga keamanan akidah, pemikiran, dan kehidupan sosial umat.
Elyasi kemudian mengutip khutbah Imam Husain as pada hari Asyura yang berbunyi:
"Ketahuilah, anak dari orang yang tidak suci itu telah menempatkanku di antara dua pilihan: antara mati di bawah pedang atau hidup dalam kehinaan."
Ia menjelaskan bahwa di persimpangan itulah Imam Husain memilih jalan syahadah dan menolak tunduk kepada pemerintahan yang zalim.
Ia melanjutkan bahwa pemimpin syahid revolusi dalam pertemuan terakhirnya dengan rakyat Azerbaijan kembali mengingatkan pesan Imam Husain tersebut dengan mengatakan:
"Orang seperti aku tidak akan berbaiat kepada orang seperti Yazid."
Menurut Elyasi, prinsip itu merupakan strategi kehidupan. Hidup secara Husaini berarti ketika menghadapi pilihan-pilihan penting dalam kehidupan, seseorang menjadikan peristiwa Asyura sebagai rujukan dan menentukan pilihannya berdasarkan nilai-nilai Husaini.
Ia juga mengingatkan kisah penyair terkenal Farazdaq yang pernah berkata kepada Imam Husain:
"Hati mereka bersamamu, tetapi pedang mereka bersama Bani Umayyah."
Elyasi mengatakan bahwa Imam Husain membenarkan ucapan tersebut. Dalam kehidupan, sering kali apa yang diyakini seseorang di dalam hati berbeda dengan tindakan nyata yang ia lakukan.
Menurutnya, di era sekarang, selain bom dan rudal, media juga merupakan senjata yang sangat menentukan. Karena itu, jika seseorang ingin benar-benar berada di pihak Imam Husain, maka seluruh potensi, kemampuan, dan modal yang dimilikinya harus berada di jalan Imam Husain.
Di akhir ceramahnya, Elyasi menegaskan bahwa madrasah Asyura telah memperlihatkan kepada dunia makna sejati dari perlawanan. Perlawanan inilah yang, menurutnya, menjadi duri di mata musuh-musuh umat Islam, khususnya Israel dan Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa berkat darah para syuhada, semangat masyarakat kembali hidup dan lahir sebuah kebangkitan baru. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa dengan pertolongan Tuhan, musuh-musuh umat pada akhirnya akan mengalami kehancuran dan kekalahan.
Your Comment